Selamat Datang

Jangan kita letih melakukan kebaikan kerana letih akan hilang sedang kabaikan dicatat berterusan, Ingat, jangan kita seronok melakukan dosa dan maksiat kerana seronok akan hilang, sedang dosa dicatat berterusan. Saidina Ali Karramallahu wajhu

Rabu, 6 April 2011

IMAM FAKHRUDDIN ARRAZY[1]

AL-QURAN SU’BAH TAFSIR

FAKULTAS USULUDDIN AL-AZHAR UNIVERSITY

ZAGAZIG

IMAM FAKHRUDDIN ARRAZY[1]

Oleh: Al- Ibnu qasim[2]

Tidak sepatutnya bagi orang-orang Mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agamadan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

(At- Tauhah/9: 122).

A.Iftitah

NIKMAT !!! Bersyukur adalah merupakan tanda keta'atan kita kepada Allah SWT. Kaki yang kita miliki tidak akan bisa bergerak tanpa izinNya, tangan yang kita punyai tidak akan bisa menulis tanpa kasih sayangNya, yang tidak kalah pentingnya adalah kajian yang kita adakan ini, lancar dan suksesnya merupakan kasih sayang dan pertolongan Allah. Dengan secanggih apapun alat yang kita gunakan untuk menghitung nikmat Allah pasti tidak akan bisa menghitungnya karna ini merupakan janji Allah dalam Alqur'an. Artinya,"dan jika kamu hitung nikamat Allah pasti kamu tidak akan sanggup menghitungnya"[3]. Islam merupakan agama yang kamil dan syamil, yang mana dalam islam seluruh aspek kehidupan dikajinya secara mendetail, baik dalam bidang ekonomi,politik,pemirintahan,kemasyarakatan,keluarga, dan bakan sampai sekecil apapun yang bersangkut paut dalam kehidupan ini, sudah diatur oleh Islam. Selawat beserta salam untuk nabi kita Muahammad SAW yang telah begitu sabar dan tabah dalam mengembang agama yang diredoi Allah SWT. Saya yakin kita yang hadir ini akan sepakat bahwa kita akan selalu berusaha untuk melanjutkan estafet dakwah nabi kita Muhammad SAW, tanpa ragu dan bimbang kita akan sanggup mengorbankan apa saja demi tegaknya agama Allah yang mulia ini.

Ya Ikhwah. Alangkah beruntungnya kita pada sa'at ini bahwa kita berusaha mendalami dan menambah ilmu kita untuk lebih pahamnya dengan apa yang dimaksud dengan Alqur'an, dan bisa mengenal para ulama terdahulu yang telah lebih dahulu membahas tentang semua ini. Tepatlah pada sa'at sekarang ini penulis akan coba memaparkan seoarang ulama tafsir yang terkemukan dalam bidang ini, yang tidak asing lagi namanya di memory kita yaitu "fakhruddin arrazy". Insayaallah akan kita paparkan dengan sebagus mungkin.

Doa merupakan senjata bagi orang mukmin, dengan ini marilah kita doakan semoga penulis dan kita yang hadir ini menjadi orang yang selalu Allah lancarkan dalam segala aktifitas dan Allah najahkan setiap tahun, serta bisa menjadikan perkumpulan kita ini berfa'at dunia dan akhirat. Amien.

B. Siapakah dia?

Dia adalah seorang ulama yang sangat terkenal dimasanya dan bahkan sampai sekarang, dan juga selalu disebut2 namanya baik dikalang mutakallim[4] dan ahli lughah apalagi dikalangan ahli tafsir. Ternyata beliau bernama Muhammad bin 'Amru bin Husain bin Hasan bin 'Ali abu 'Abdullah fakhruddin arrazy Alquraisyi alkubra Attaimy, yang sangat mengejutkan kita adalah bahwa beliau keturunan Abu bakar assiddiq radhiallahu anhu. Dengan begitu banyaknya ilmunya dan mulia akhlaknya serta keturunannya maka muncullah gelar-gelar yang begitu banyak terhadap dirinya, diantaranya Abu 'abdullah, abu fadhli, abul ma'ali dan paling masyhur dengan panggilan Al-fahkri arraziy atau Fakhruddin araziy. Beliau dilahirkan dikota Array pada tahun 544 hijriyah dan diwafatkan dihari raya idul fitri bertepatan dengan tahun 606 H. Dikota hirah[5]. Ada juga juga perbedaan tentang kelahiran beliau seperti yang dikemukan oleh doktor Muhammad bin Muhammad abu syahibah yang ditulisnya dalam kitabnya israilyyat wal mauhdu'at, bahwa imam yang bermazhab syafii ini dilahirkan di iraq yang tepatnya dikota Array pada tahun 543 hijriyah[6].

C. Perjalanannya

Sekian banyak para ulama yang terkenal dan kita kenal, mayoritas mereka itu selalu keluar dari ngerinya demi untuk menuntut ilmu agama yang selalu diiringi dengan pegorbanan yang tinggi baik dalam segi harta apalagi jiwa dan raganya, namun semua yang dikorban kan itu terasa manis karna semua perjalanan mereka itu ikhlas dan selalu dibawah lidungan Allah SWT, seperti imam Arrazy yang sedang kita bahas ini, beliau juga mengalami perjalanan yang panjang dalam menuntut ilmu. Dari negrinya array berangkat ke negri khurasan, yang mana dikhurasan itu banyak ulama besar yang berasal dari negri itu seperti Abdullah bin mubarrak, imam bukahri, imam turmuzi, dan ulama besar lainnya. Dari khurasan atau lebih dikenal lagi dengan bukhara, imam Arrazy melanjutkan perjalanan nya keiraq, terus ke syam. Namun lebih banyak waktunya digunakan di khawarzim[7] untuk belajar memperbanyak ilmunya, kemudia beliau berangkat kenegri kota hirah di daerah afganistan sampai diwafatkan pada tahun yang telah disebutkan diatas[8].

D. Keahliannya dari segi ilmu agama.

Sebagaimana yang kita kenal bahwa imam fahkruddin arrazy adalah ahli tafsir yang dari tarsir birakyi, ternyata beliau bukan hanya saja ahli tafsir akan tetapi banyak ilmu-ilmu lain yang dikuasanya. Beliau juga dikenal dengan ahli usul luddin, usul fiqhi, ahli kalam, falsafah, ahli lughah, Mengetahui ilmu naqli dan akli, ilmu kauniyah dan tabi'iyyah.Dengan itu banyaklah karangan beliau yang berhubungan dengan ilmu yang beliau miliki dan kuasai[9].

Imam yang berakidah ahlisunnah ini juga banyak banyak membahas yang bersangkut paut dengan akidah dikarnakan pada zaman beliau banyak terjadi perselisihan tentang akidah maka beliau sangat besar perannya dalam menjawab seluruh penyelewengan yang ditimbulkan oleh ahli-ahli falsafah dan juga para pembesar mu'tazilah yang sempat menghebohkan umat pada masa itu, dengan keahlian imam Arrazy ini sanggup membantah dan menjawab dari permasaalahan yang ada yang dijawab dengan dalil akal dan naqli dan beliau cari mana yang sesuai dengan akidah ahlisunnah beliau ambil dan yang bertentangan dengan ahlisunnah beliau bantah habis-habisan walaupun dengan menggunakan dalil akal, sebab dikalangan mu'tazilah itu selalu mendahulukan dalil akal dari pada dalil naqli. Terkhusus penafsiran tentang ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat mutasyabihat merupakan suatu permasaalahan yang sangat banyak dibutuhkan oleh umat dimasanya, maka beliau menerangkan secara gamblang dan mendetail tentang penafsiran ayat-ayat tersebut.

Imam fakhruddi arrazy banyak menjelaskan tentang musabah[10]surat dan ayat dengan mengemukakan ilmu riyadah, thabi'iyyah,fulkiyah, falsafah dan pembahasan ilahiyat yang bersandar kepada akal dan langsung disebutkan pendapat para ulama fikih, hal ini desebabkan tuntutan umat pada masanya[11].

E. Sekilas tentang tafsir Arrazy.

Dengan begitu banyak perjalanan dan kesibukan imam Arrazy beliau masih sempat menafsirkan alqur'an dan menulisnya, ini salah satu kelebihan dari imam Arrazy yang bisa membagi waktu dengan begitu bagus, padahal pada masa beliau itu banyak yang diperdebatkan tentang masaalah akidak yaitu antara akidah ahlusunnah dengan mu'tazilah, namun ulama yang satu ini tetap menyisakan waktunya untuk menulis yang berkaitan dengan tafsir Alqur'an.

Salah satu tafsir yang sangat terkenal adalah tafsir Fakhruddin arrazy yang dikolompokkan oleh ulama tafsir kepada tafsir birakyi. Walaupun tafsir beliau dikelompokan sebagai tafsir birakyi namun sangat banyak istifadah yang bisa diambil dari tafsir beliau itu. Salah satu keistimewaan tafsir beliau adalah banyak mengemukakan dan mencocokan dengan kondisi umat yang ada didunia ini seperti masaalah olah raga dan masaalah keajaiban alam dan masaalah balagah alqur'an, apalagi beliau terkenal juga sebagai seorang pakar lugah.

Tafsir yang ada ditengah umat sekarang yang berjumlah 8 jilid itu. Ternyata bukan berasal dari beliau semuanya akan tetapi ada 2 orang ulama yang menyempurnakan setelah beliau wafat, itu semua disebabkan karna sebelum tafsir itu sempurna malaikat maut sudah mengambil nyawa beliau. Makanya beliau hanya sempat menafsirkan alqur'an sampai surat al-ambiyakdan setelah itu dilanjutkan oleh imam Syihabuddin al-hauby tahun 639 Hijriyah, di damasykus, dan setelah itu dilanjutkan oleh imam Najamuddin almakhzumy al-qamuly. Pada tahun 727 Hijriyah di mesir.[12]

Ibnu qahdi syahibah mengatakan: sesungguhnya Fakhruddi arrazy tidaklah menyempurnakan tafsirnya[13]. Ibnu hajar juga berkomentar tentang ini. Tafsir imam fakhruddin arrazi disempurnakan oleh najamuddin alqamuly[14].

Walaupun tafsir Arrazi disempurnakan oleh ulama setelahnya namun tidak ditemukan perbedaan dalam menafsirkannya karna manhaj dan jalur ketiga ulama ini sama walaupun berbeda zaman. Maka sipembaca tidak akan bisa membedakan mana yang asli dari imam Arrazi dan mana yang ditambah oleh ulama yang setelahnya itu[15].

Dari sekian banyak ulama yang meneliti tentang tafsirnya Arrazy, maka ditemukanlah beberapa keistimewaan yang terdapat dalam tafsirnya.

1. Dia sangat mengutamakan tantang munasabah surat dan ayat dengan keilmuan yang yang berkembang.

2. Dia bisa menghubungkan tafsir itu dengan ilmu riyadhah dan falsafah.

3. Dia bisa menjelaskan tentang akidah yang yang berbeda dan bisa mencocokan dimana pebedaan itu.

4. Dia mengemukakan tentang balagah alqu'an dan menjelaskan beberapa kaidah usul.[16]

Dengan ini seorang ulama yang bernama Ibnu atiyah mengunggkapkan.Padanya itu ada semuanya kecuali tafsir[17].

f. Karya-karya Arrazy

Dari sekian banyak tulisan imam Arrazy ada beberapa karangannya yang banyak dipakai oleh umat dan banyak yang mengambil menfaat dari karangannya tersebut.

1. Attafsir alkabir yang ma'ruf dengan mafatihul ghaibi

2. Ikhtisar dalailul 'ijaz

3. Asrarul tanziil wa anwarul takwil

4. Albayan wal burhan fi radi 'ala alhli zaighi wa thughyan[18]

dan banyak karangan lainya.

G. Mauqif Arrazy pada israiliyat.

Mafatihul ghaibi nama tafsirnya yang sangat kita kenal, yang mana tafsirnya ini sangat banyak di gunakan dan dibaca oleh umat pada masa sekarang sebab tarfsirnya itu mempunyai ciri khas tersdiri yang tidak ditemukan ditafsir yang lain, dengan ini tentu kita penasaran. Apakah dalam tafsirnya itu ada israiliyyat??

Setelah diteliti oleh para ulama seluruh tafsir yang terkenal ternnyata semua tafsir pasti ada terdapat didalamnya israilyat namun betuk pengambilannya dan kadar banyaknya itu yang yang berbeda setiap tafsir. Ternyata dalam tafsir Arrazi juga terdapat israilyat namun sangat sedikit sekali dan bahkan hampir tidak ada. Tujuannya nya menulis israilyat dalam tafsir adalah untuk membantah dan meluruskan kepada kisah yang sebenarnya. Seperti kisah harut dan marut, kisah daud,sulaiman,dan banyak kisah yang lainnya. Disilah peran Imam Arrazi untuk meluruskan kembali kepada kisah yang benar yang berasal dari hadis yang sohih. Kalau ada diantara umat yang berani menulis tentang menentang rasulullah SAW, maka imam Arrazi akan menulis dalam tafsirnya dan langsung dibatalkannya.[19]

H. Penutup

INTAHA!!! Semoga dengan tulisan yang sangat terbatas ini ikhwah dan siapa saja yang membacanya dapat memperoleh manfaat. Dengan segala kekurangan dan kehilafan yang terdapat dalam tulisan ini penulis mintak maaf, semoga kekurangan itu tidak terulangi lagi. Amien.

"Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu'min bahwa sesungguhnya bagi mereka kurnia yang besar dari Allah." (QS 33:47)




TAFSIR AL-QURAN


Membentangkan kesemua riwayat yang berkaitan dengan ayat yang beliau hendak tafsirkan, membandingkan dan mentarjihkan. ○Menekankan permasalahan qiraat. • Menerangkan aspek I’rab, , istinbat hukum dan membuat penelitian terhadap mazhab ilmu nahu. • Membuat kritikan(sanad2), penta’dilan (menetapkan perawi yang adil) dan mentarjihkan (menetapkan perawi yang cacat). • Menolak riwayat yang tidak sahih • Beliau juga meriwayatkan berita yang diambil daripada Ibn Abbas, Ibn Mas’ud dan Ubai

melalui Juraij dan al Suddi, menyebabkan beliau tidak terlepas daripada meriwayatkan

kisah Israiliyat.

Namun, hampir semua kisah Israiliyat dikritik dan dibahaskan oleh beliau. • Kitab beliau telah ditahqiq oleh Muhammad Mahmud Syakir manakala hadis2 dalam tafsirnya telah dikaji oleh Ahmad Muhammad Syakir. Keistimewaan Tafsir Al Tabari ○Disusun dan ditulis mengikut kaedah majoriti ulama salaf. ○Membentang dan menerangkan manakah takwil yang kukuh yang beliau peroleh daripada sahabat. ○Tafsir yang bermutu tinggi ○Menghuraikan sanad dengan jelas Kitab-kitab yang dihasilkan oleh al Jarir ○Jami’ al Bayan Fi Tafsir al Quran

○Tarikh al Umam Wa al Muluk wa Akhbaruhum

○Kitab al Khaliq

○Kitab al Taharah

○Kitab Tarikh al Rijal

○Tahzib al Athar

○Al Tabsir Fi al Usul

○Ikhtilaf al Fuqaha

○Al Jami’ Fi al Qiraat Ibn Kathir • ‘Imadu Al Din Abu Al Fida’ • Lahir pada tahun 705 M. • Meninggal pada bulan Sya’aban 774 H. • Ahli Tafsir yang menjadi rujukan ulama’lain. • Antara guru-guru beliau:

Ibn Al Syahnah

Al Amidi

Ibn ‘Asakir

Al Mazi

Tafsir Ibn Kathir • Lebih dikenali sebagai “Tafsir Al Quran Al ‘Azim” • Salah sebuah tafsir bil Ma’thur (tempat ke-2) • Rujukan utama ulama’tafsir dan masyarakat Islam. Tumpuan Utama Dalam Tafsir Ibn Kathir • Menjelaskan makna-makna ayat dan hukumnya. • Menjauhi daripada perbahasan tentang I’rab dan ilmu-ilmu balaghah lain. • Menjauhi dari membahaskan berkaitan ilmu yamg tiada kaitan dengan tafsir atau memahami al Quran. • Mengaitkan sesuatu ayat dengan ayat yang lain, kemudian kaitkan dengan hadith, pendapat sahabat, tabi’in dan ulama salaf. • Sangat teliti dan berhati-hati tentang perkara Israiliyat. • Sentiasa berbincang dan berhujah dengan gurunya tentang perkara-perkara yang mengelirukan. Metodologi Penulisan Ibn Kathir Al Quran dengan Al Quran

Al Quran dengan Hadith

Al Quran – Hadith – Sahabat

Al Quran – Hadith – Sahabat – Tabi’en

Tidak suka menggunakan ayat dan pendekatan yang sama dalam mentafsir ayat-ayat.

Mengambil berat tentang ayat-ayat yang mempunyai beberapa makna dengan pendekatan

atau kaedah membandingkan. Memberi peringatan tentang ungkapan ulama’ berkaitan hukum Feqah. Keistimewaan Tafsir Ibn Kathir • Perhatian yang rapi dan utama dengan apa yang dikatakan dengan Tafsir Al Quran denagan Al Quran. • Banyak memaparkan ayat-ayat yang bersesuaian dengan maknanya diikuti pentafsiran ayat dengan hadith-hadith yang ada kaitan dengan ayat yang ditafsirkan. • Menjelaskan apa yang dijadikan hujah. • Disertakan dengan kisah-kisah Israiliyat yang mungkar • Menjelaskan makna-makna ayat serta hukum-hakam. • Elak daripada memasukkan perkara atau ilmu-ilmu lain yang tidak ada kaitan dengan pemahaman al Quran. • Membawa dan membentangkan ayat-ayat yang bersesuaian dengan maknanya. • Hubungan ayat dengan ayat sebelum atau selepasnya sehingga jelas maksudnya. • Membawa kritikan tentang cerita-cerita Israiliyat. Sumbangan • Kitab Al Kawakib al Darari (kitab tentang Sejarah). • Al Bidayah Wa al Nihayah (kitab yang berkaitan dengan bidang Sejarah). • Kitab Tafsir Al Quran al ‘Azim. • Al Tahzib wa Al Mizan • Al Huda wa Al Sunan Fi Al Ahadith al Masanid Wa al Sunan. Sekian..

Adakah bumi masih selamat untuk didiami? Bincangkan.


Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbila’lamin. Wassolatu wassalamu a’la saidina Muham waa’alihi wasohbi ajmai’n.

Bumi merupakan tempat yang didiami manusia sejak sekian lama. Manusia diciptakan telah menjalani hidup di bumi sepanjang hayatnya. Contoh yang paling mudah dapat kita aplikasikan adalah seorang manusia yang dilahirkan oleh ibunya di bumi, membesar sebagai manusia yang sempurna di bumi, berkahwin dan beranak-pinak di bumi dan akhirnya meninggal dunia atau matinya juga di bumi. Jadi, persoalan yang kita bincangkan sekarang, adakah bumi masi selamat untuk didiami hidupan khususnya manusia. Hal ini kerana beberapa kejadian yang tidak diingini yang semakin kerap berlaku di bumi yang kita duduki seperti gempa bumi berukuran 9.1 skala ritcher yang berlaku di Aceh, Indonesia pada 26 Disember 2004, kebakaran hutan di Sumatera, Indonesia dan juga di hutan Amazon, banjir besar yang melanda hampir satu pertiga muka bumi Australia dan yang terbaru iaitu gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepun pada 11 Mac 2011. Gempa bumi tersebut direkodkan berukuran 9.0 skala ritcher yang memusnahkan sebahagian besar negara Jepun dan mengakibatkan ribuan nyawa terkorban. Kejadian gempa tersebut juga yang mendorong berlakunya letupan rektor nuklear di Fukushima, Jepun yang menyebabkan kebocoran radiasi dan membimbangkan banyak pihak. Walaupun berbagai-bagai bencana yang berlaku sekeliling kita di bumi ini, perlu kita sedar dan faham bahawa setakat ini belum ada seorang pun pengkaji bumi, geologi atau saintis yang menemukan satu bumi baru yang diyakini boleh didiami manusia. Yang lebih utama bagi kita adalah mengkaji setiap permasalahan yang berlaku di sekeliling kita. Hal ini mustahak untuk mengetahui punca sebenar yang menyebabkan kejadian-kejadian tidak ingini seperti gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, banjir, tanah runtuh dan sebagainya berlaku. Oleh yang demikian, kita sebagai manusia perlu merasakan bahawa tanggungjawab untuk menjaga bumi daripada kerosakan adalah tanggungjawab kita. Hal ini kerana kita yang menghuni muka bumi dan paling memainkan peranan di bumi berbanding hidupan lain. Dengan itu saya berpendapat bahawa bumi ini masih selamat diduduki hidupan khususnya manusia sekiranya kita dapat memulihara kembali muka bumi ini dan bersikap lebih bertanggungjawab dalam menguruskannya. Dengan akal yang dianugerahkan kepada kita, kita mempelbagaikan corak bumi ini, dengan bangunan-bangunan pencakar langit, pusat-pusat peranginan, dan ladang-ladang tanaman yang luas. Kita mampu melakukan kesemua itu dengan akal fikiran dan daya usaha yang kita peruntukan untuk itu. Saya berpendapat bahawa bumi ini masih selamat untuk diduduki atas beberapa faktor yang saya kira menjawab persoalan ter sebut. Antara faktor-faktor yang akan saya kemukakan secara lebih lanjut adalah faktor muka bumi atas dasar udara, tanah dan air. Kedua adalah berkenaan dengan bencana yang berlaku atas dasar geografi, masa dan kesan. Ketiga berkaitan dengan usahasama manusia yang menyumbang kepada kebaikan dan keburukan bumi dalam aspek aktiviti, kesan dan akibat kepada bumi dan penghuninya. Saya akan cuba menghuraikan secara lebih terperinci dan mengikut kaedah kod yang dikehendaki dalam kemahiran berfikir.

Aspek pertama yang saya beri perhatian adalah faktor muka bumi. Kita sedia maklumbahawa bumi yang kita duduki ini mempunyai keperluan asas manusia seperti udara, air dan tanah. Kita manusia di bumi selalu berfikir dan mencari jalan untuk mendapat kesenangan dan kebahagian dalam pelbagai aspek kehidupan. Kita berlumba-lumba mencari kekayaan dan keseronokkan hidup dunia dalam pelbagai aspek kehidupan. Kita bekerja, mencari pasangan, berkahwin dan beranak cucu di atas muka bumi ini. Dalam kekalutan tersebut, kita kadang-kadang terlupa bahawa kita tidak perlu berlumba-lumba mencari udara, air dan tanah secara asasnya kerana semua iu ada di sekeliling kita tanpa perlu kita berlumba-lumba mencarinya. Cuba kita bayangkan, apabila kita bangun pada satu pagi, kita terpaksa mencari tanah atau bumi untuk kita pijak dan kita terpaksa mencari udara untuk kita sedut. Pada waktu itu barulah kita sedar betapa pentingnya bahan asas yang selama ini ada disekeliling kita dan kurang kita beri perhatian kepadanya. Secara pasti, itulah hebatnya, bukti kukuh bahawa bumi ini masih utuh untuk kita diami. Hal ini kerana bahan-bahan atau keperluan asas tersebut masih setia bersama kita walaupun macam-macam kita lakukan kepadanya. Kita tidak perlu beratur panjang di pasar raya untuk membeli balang oksigen dalam keadaan biasa hidup kita. Kita juga tidak perlu membelanjakan wang untuk membeli air bagi mengalirkan sungai-sungai kita, semua itu sudah lengkap tersedia untuk kita di bumi. Tidak adakah dalam hati kita rasa berterima kasih kepada bumi dan yang menjadikannya untuk kita. Adakah kita rasa kita sudah bosan dengan keperluan asa yang disediakan bumi untuk kita sehingga kita merasakan bahawa bumi bukan lagi tempat selamat untuk kita. Kita lahir dibumi, kita membesar di bumi dan sampai satu tahap yang mana kita diuji dengan beberapa dugaan yang teruk, kita sudah menafikan kebaikannya kepada kita. Semua persoalan ini terjawab apabila kita tanyakan kepada diri kita. Barulah ada sedikit rasa sayang kepada bumi yang menjadi tempat tinggal yang baik untuk kita. Kekadang kerana perbuatan kitalah yang menjadi pendorong dan penyebab berlakunya pelbagai kerosakkan dan bencana di muka bumi. Hal ini akan saya sentuh secara lebih terperinci dalam aspek yang ketiga. Apa yang penting di sini bahawa setakat ini belum ada seorang pengkaji cakerawala pun yang menemukan planet sehebat bumi yang mampu menyediakan bahan asas kepada kita sebagai manusia untuk kita diami. Jadi, bumi adalah tempat yang masih sempurna untuk didiami walaupun berlaku beberapa kejadian yang seboleh-bolehnya kita mahu elak daripada berlaku seperti gempa bumi. Berdasarkan perincian kami yang pertama, iatu bumi merupakan penyumbang keperluan asas semujadi yang sempurna seperti air, udara, dan tanah, nyatalah bahawa bumi masih selamat untuk diduduki oleh hidupan khususnya manusia.

Seterusnya, perbicaraan kita beralih kepada fakta yang kedua dalam membincangkan tajuk “Adakah bumi masih selamat untuk didiami manusia” iaitu berkenaan dengan bencana yang berlaku atas dasar geografi, masa dan kesan. Pada bahagian ini, kita akan lebih jelas mengapa kami katakan bahawa bumi ini masih selamat untuk diduduki walaupun pelbagai bentuk bencana yang menimpa sama ada dari unsur atau bentuk semulajadi atau yang berkait rapat dengan perbuatan manusia seperti gempa bumi dan letupan rektor nuklear. Kita sering melihat dan menilai kekerapan bencana yang berlaku di bumi. Kita sering dikejutkan dengan kejadian yang berlaku terlalu pantas dan akibat daripada kejadian tersebut. Disebalik kekalutan kita menghadapi bencana tersebut, cuba kita lihat kepada bumi secara keseluruhannya. Pertama, secara mudahnya, jika kita nilai pada keadaan bentuk muka bumi atau geografi kawasan yang sering dilanda bencana seperti letusan gunung berapi. Secara mutlaknya dapat kita perincikan bahawa tidak semua permukaan muka bumi yang kita diami ini dilanda letusan gunung berapi. Hal ini maklum kepada kita kerana kawasan yang sering berlaku letusan gunung berapi dan gempa bumi adalah berada dalam kawasan lingkaran api pasifik. Kita kadang-kadang terlalu menumpukan kepada kawasan yang berbahaya kepada kita sehingga kita terkadang lupa bahawa masih banyak kawasan yang selamat di bumi dapat kita diami. Kita menunding jari ke sana-sini sehingga kita lupa tempat kita berdiri. Hal ini memberi pengetahuan kepada kita bahawa masih ada tempat yang baik untuk kita selain daripada kawasan yang dilanda bencana tersebut.

Pembahagian yang kedua dalam membicarakan faktor kedua ini adalah bekaitan masa berlaku sesuatu bencana. Kita lihat kembali sejarah, 26 Disember 2004 berlaku tsunami di Aceh yang meragut ratusan ribu nyawa dan terbaru pada 11 Mac 2011, tsunami yang berlaku di daerah Miyagi, Jepun. Dalam dua bencana yang hampir serupa tetapi belaku dalam kawasan dan masa yang berbeza, dapat kita ambil beberapa pengajaran dan kesimpulan yang besar. Pertama dari sudut geografi atau tempat berlaku bencana yang kita bincangkan dalam masalah yang pertama dan apa yang hendak kita beri perhatian di sini adalah berkaitan masa berlakunya dua kejadian yang hampir serupa ini. Tahun 2004 dan 2011 yang antaranya mempunyai beza selama 7 tahun. Dalam kenyataan ini, apa yang hendak kmi jelaskan bahawa sesuatu bencana tidak berlaku di semua tempat di bumi dalam masa yang serentak. Itulah hebatnya percaturan alam yang diatur oleh penciptanya jika dibandingkan percaturan manusia. Bumi masih memberi peluang kepada kita manusia walaupun kita sering memperlakukannya sesuka hati. Kita ditimpa bencana dan kita juga diberi satu tempoh masa untuk kita memperbaikinya. Malah, secara sedar atau tidak, kita juga dianugerahkan semangat kerjasama antara negara atas dasar kemanusiaan. Hal ini dapat kita lihat apabila sesuatu negara ditimpa bencana, akan berlumba-lumba negara lain untk memberikan bantuan dan pertolongan kepada negara yang ditimpa bencana tersebut. Tapi apa yang malangnya, kita tidak mengambil iktibar daripada kerjasama yang terpamer sesama negara-negara dunia hasil daripada bencana yang berlaku. Kesan daripada bencana-bencana yang berlaku menyebabkan secara tidak langsung, wujud berbagai-bagai badan amal sukarela yang bermatlamat untuk membantu mereka yang ditimpa bencana. Perkara ini adalah satu sikap yang baik dan jelas terpamer pada masyarakat hari ini yang lebih peka terhadap alam dan manusia sekitarnya.

Ketiga berkaitan dengan usahasama manusia yang menyumbang kepada kebaikan dan keburukan bumi dalam aspek aktiviti, kesan dan akibat kepada bumi dan penghuninya. Kita selalunya akan mencari jalan dan berusaha sungguh-sungguh untuk mencari jalan penyelesaian apabila berlaku sesuatu malapetaka yang menimpa muka bumi tetapi kita tidak mengkaji secara menyeluruh asal penyebab berlakunya masalah tersebut. Jika kita mengambil kira permasalahan yang berlaku ini secara adil, kita akan melihat dengan jelas betapa banyaknya campur tangan aktiviti manusia yang kadang-kadang menyebabkan kemudaratan kepada manusia itu sendiri. Semua bencana yang berlaku dari segi hukum alam adalah kerana kehendak Tuhan yang menjadikannya tetapi perkara ini berlaku dengan pembabitan meluas daripada manusia itu sendiri. Kami cuba bawakan beberapa contoh di sini supaya perkara ini lebih difahami. Penyebaran radiasi nuklear yang membahayakan nyawa manusia , penebangan hutan yang menyebabkan tanah runtuh dan banjir besar dan peningkatan suhu bumi yang mendadak akibat daripada eksploitasi kayu-kayu balak dan pelepasan pelbagai gas tidak sihat ke atmosfera. Hal ini semua adalah kerja buat dan hasil tangan manusia itu sendiri. Jadi, setelah kita mengenal pasti permasalahan yang berlaku, maka kita boleh mengubah perkara-perkara berikut sama ada secara drastik, berperingkat-peringkat atau perlahan-lahan. Hal ini penting kepada kita sebagai penghuni bumi. Sekiranya sesuatu musibah dan bencana menimpa bumi, maka kita juga terpaksa menanggung akibatnya kerana secara realitinya, kita adalah penghuninya. Manusia adalah yang paling layak mengubah keadaan yang berlaku di bumi kerana manusialah antara penyebab utama semua itu berlaku. Sekiranya perubahan yang dilakukan itu berjalan lancar, maka kita tidak perlu bersusah-payah meneropong cekerawala luas untuk mencari tempat kediaman kerana bumi masih selamat untuk didiami.

Ahad, 3 April 2011

Kejadian Manusia

Kita selalu mendengar kisahnya Nabi Adam AS.Dan kita juga terlalu tahu tentang kejadiannya manusia itu adalah dari tanah. Tetapi apakah kita tahu akan tanahnya itu?
Apakah kita tahu akan prosesnya kejadian itu?
Mari kita baca kupasan yang sedikit ini, mudah-mudahan kita lebih mengetahui tentangnya dan Insyaallah dapatlah kita mempelajarinya bersama-sama. Berpesan- pesanlah pada kebaikan dan berpesan-pesanlah pada kesabaran.
BETAPA PAYAHNYA MALAIKAT-MALAIKAT MEMINTA TANAH DARI BUMI UNTUK NABI ADAM AS (ABUL BASYAR / Bapa segala manusia)
Pada suatu ketika, Allah SWT menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam. Akan tetapiapabila beliau sampai ke bumi, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam kerana bumi kuathir Adam akan menjadi maksiat kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Allah memberitahu bahawa ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar mendengar sumpah bumi.
Setelah itu, Allah memerintah malaikat Mikail. Jawapan bumi masih sama lalu Allah memerintahkan malaikat Israfil dan jawapan bumi masih tidak berganjak.
Masing-masing kembali dengan jawapan yang hampa. Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi.Kata Allah:
” Hai Izrail! Engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan, jangan engkau mundur. Katakan bahawakerjamu atas perintah dan atas namaKu.”
Apabila Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah kepada bumi, maka akhirnya bumi mengizinkan tanahnya diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah,kembalilah ia ke hadrat Allah.
Lalu Allah berfirman: “ Ya Izrail, pertama engkau yang Ku tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabutroh manusia. ”
Maka kuathirlah Izrail kerana bimbang akan dibenci oleh umat manusia. Lalu Allah berfirman lagi: “ Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu. Aku yang mengaturnya, dan aku jadikan kematian mereka itu bersebab antaranya terbunuh, terbakar, sakit dan sebagainya.
JENIS TANAH YANG DIGUNAKAN:
1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Muqaddis
2. Tanah Bukit Tursina
3. Tanah Iraq
4. Tanah Aden
5. Tanah Al-Kautsar
6. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah
7. Tanah Paris
8. Tanah Khurasan
9. Tanah (Babylon)
10. Tanah India
11. Tanah syurga
12. Tanah Tha ’ if
Menurut Ibnu Abbas:
1 . Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis kerana disitulah berada otak manusia,dan disitulah tempatnya akal.
2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.
3. Dahinya dari tanah Iraq,kerana disitu tempat sujud kepada Allah.
4 . Mukanya dari tanah Aden, kerana disitu tempat berhias dan tempat kecantikan.
5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat menarik perhatian.
6. Giginya dari tanah Al-Kautsar, tempat memanis-manis.
7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah,untuk mencari nafkah dan kerjasama,sesama manusia.
8. Tangan kirinya dari tanah Paris,tempat beristinjak.
9. Perutnya dari tanah Babylon. Disitulah tempat seks(berahi) dan tipudaya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.
10. Tulangnya dari tanah Bukit Thursina,alat peneguh tubuh manusia.
11. Dua kakinya dari tanah India, tempat berdiri dan jalan.
12. Hatinya dari tanah syurga Firdaus,kerana disitulah iman, keyakinan,ilmu, kemahuan dan sebagainya.
13. Lidahnya dari tanah Tha ’ if, tempat mengucap Syahadat, bersyukur dan berdoakan kepada Tuhan.
PROSESNYA KEJADIANNYA:
1. Ketika Allah jadikan Adam, tanah itu dicampur dengan air tawar, air masin, air hanyir, angin dan api . Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam “ sifat ” .
2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman “ Jabarut ” kemudian diletakkan didalam “ Alam Malakut ” .
3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan “ tubuh Adam ” adalah tanah pilihan Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah , dan dirasmikan dengan air hujan “ Barul Uluhiyah ” .
4.Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air “ Kudral-Izzah- Nya ” iaitu sifat “ Jalan dan Jammal ” .Lalu terciptalah tubuh Adam yang sempurna.
5.Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia merasa malas dan enggan , lalu ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar. Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk. Akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada Izrail.
Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya . Tidak seperti warna kulit manusia. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia . Oleh itu, meskipun orang kulitnya hitam,tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.
Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang . Tujuh buah liang dikepala,dan dua buah liang di bawah badan letaknya.
Tujuh buah letaknya adalah di:
1. Kepala : dua.liang mata, Dua liang telinga, Dua liang hidung dan sebuah liang mulut.
2. Dibawah : Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.
Dijadikan pula lima buah pancaindera :
1. Mata alat penglihatan
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran
4. Mulut alat merasa manis, masin dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus, kasar dansebagainya.
Setelah Roh masuk kedalam tubuh Adam :Lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun . Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke dalam tubuh Adam.
Setelah roh meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya dan seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri, ke kanan dan kebawah dimana pada masa itu bahagian badannya masih merupakan tanah keras.
Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu dia telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara yang merdu dan mengasyikkan.
Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin , serta mulutnya terbuka.
Ketika itulah Allah ajarkan padanya ucapan Alhamdulillah . Itulah ucapan
Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata : ” Yarhamukallah ” yang membawa erti: “ Semoga engkau diberi rahmat Allah ” . Oleh kerana itu jika orang bersin, menjadi sunat mengucap “ Alhamdulillah ” dan orang yang mendengarnya sunat pula mengucapkan “ Yarhamukallah ” .
Kemudian ketika roh sampai pada dadanya , tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian bawah badannya masih tanah dan keras. Disini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar). Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud: “ Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa ” .(Al-Israk: II)
Maka ketika roh itu sampai dibahagian perutnya , maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.
Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam. Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia, maka dialah merupakan makhluk manusia yang pertama. Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni dari langit pertama hinggalah kelangit tujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.
(Dipetik dari buku HIMPUNAN KISAH-KISAH MALAIKAT disusun oleh Muhammad Isa Selamat)

Sabtu, 2 April 2011

Pemuda Zaman Rasulullah S.A.W


Jika diperhatikan pada sirah atau pun sejarah pada tahun ke 10 Hijrah iaitu selepas Rasulullah S.A.W kembali daripada Hujjatul Wida',baginda telah mengarahkan umat Islam bersiap sedia untuk menghadapi Rom.Rasulullah S.A.W juga telah mempersiapkan sebuah pasukan tentera untuk menghadapi Rom.Pasukan tersebut akan dipimpin oleh seorang anak muda yang bernama Usamah bin Zaid bin Harithah yang dimana ketika itu Usamah berumur antara 18 hinga 20 tahun.Jika diselidiki juga sebenarnya pasukan ini disertai oleh sahabat dari kalangan Muhajirin dan Ansar malah turut disertai oleh Omar bin Khattab.

Perlantikan Rasulullah S.A.W terhadap Usamah bin Zain bin Harith sebenarnya mendapat penentangan dari beberapa golongan kerana mereka menganggap Usamah tidak layak memimpin pasukan tentera.Bersandarkan hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim bahawa Rasulullah S.A.W bersabda "Jika kamu membantah dan mengecam Usamah ,ia bererti kamu mengecam kepimpinan bapanya.Demi Allah,Usamah memang layak memikul tugas tu dan Usamah dari kalangan manusia yang baik".

Telah dicatatkan oleh Dr Said Ramadhan Al Buti di dalam Fiqhus Saerah bahawa Usamah bin Zaid bin Harithah telah diamanahkan pergi ke tempat berlakunya perang Mu'tah, di sana bapanya Zaid bin Harithah telah syahid dan Usamah bin Zaid bin Harithah telah di amanahkah untuk meninjau keadaah di Balqa' dan Darum di Palestine dan pada ketika itu terdapat golongan menafik yang membantah pelantikan Usamah bin Zaid bin Harithah sebagai panglima perang.

Telah dicatatkan di dalam Tarik Tabari bahawa walaupun ditentang oleh sebilangan golongan,pelantikan Usamah bin Zaid bin Harithah adalah suatu yang wajar apabila Usamah bin Zain bin Harithah berjaya melaksanakan misi pasukan tentera dan berjaya menguntungkan umat Islam ketika itu.

Pemuda Zaman Rasulullah diberi amanah dan sebagai pelapis.

Pemuda ketika zaman Rasulullah S.A.W diberi amanah untuk melaksanakan misi-misi mendaulahkan Islam,ini untuk memastikan jenerasi pelapis dari kalangan pemuda untuk mendaulah Islam terus wujud dan aktif.

Sahabat Rasulullah S.A.W yang muda juga pernah diberi amanah ketika Rasulullah S.A.W berhijrah di mana ketika itu Ali bin Abi Talib diberi amanah untuk tidur di tempat tidur Rasulullah S.A.W dengan tujuan memperdayakan kafir Quraisy untuk mengelakkan pergerakan Rasulullah S.A.W diketahui dan diserang oleh musuh Islam ketika itu.Ketika itu umur Ali bin Abi Talib adalah lebih kurang 19 tahun.

Jika diperhalusi sebenarnya ramai lagi para sahabat yang masih berusia muda namun mempunyai keberanian dan kemahiran tertentu serta diberikan amanah untuk memastikan Islam di daulahkan dan mereka berjaga melaksanakan amanah tersebut walaupun diusia muda..

Persoalan

Masih adakah lagi golongan pemuda zaman kini yang seperti pemuda zaman Rasulullah?
Jika tiada maka sama-sama kita wujudkan dan jika ada dan jumlah sedikit maka sama-sama kita perbanyakkan ia.

Wallahua'lam.

Adakah bumi masih selamat untuk didiami? Bincangkan.


Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbila’lamin. Wassolatu wassalamu a’la saidina Muham waa’alihi wasohbi ajmai’n.

Bumi merupakan tempat yang didiami manusia sejak sekian lama.