Selamat Datang

Jangan kita letih melakukan kebaikan kerana letih akan hilang sedang kabaikan dicatat berterusan, Ingat, jangan kita seronok melakukan dosa dan maksiat kerana seronok akan hilang, sedang dosa dicatat berterusan. Saidina Ali Karramallahu wajhu

Rabu, 13 Oktober 2010

nasib diri

SURATAN TAKDIR- Mohammad Azhar Rasli

Entah ke mana,
Akan kubawa diri ini
Sedih sungguh rasanya hati,
Sudah jatuh ditimpa tangga,
Kerana perbuatan yang tercela,

Entah di mana salah dan silap,
Hatiku hampir kepada malap,
Sudah dihempap maruah diri,
Dikata pula bertubi-tubi
Apakan daya aku ini,
Sebatang tubuh daging sekepal,
Ibarat durian dengan mentimun,
Dihempap binasa, menghempap binasa,.

Di mana lagi akan kucari,
Apa yang dinamakan sahabat sejati,
Yang ada hanya memilukan hati,
Luka di tangan nampak berdarah,
Luka di hati siapa tahu,
Kerana kata lidah lembut itu,
Terasa sangat menusuk kalbu,
Terbakar kampung nampak asap,
Terbakar hati siapa tahu,

Macam-macam telah kupendam,
Di lubuk hati ini,
Sedih rasanya, dipakah bertubi-tubi,
Dijadikan bahan menggelikan hati,
Entah apa yang difikir mereka,
Mungkin berhibur semata-mata,
Tapi berhiburlah berpada-pada,
Sampai menyesa hati dan jiwa,
Malah mendatangkan rasa perit dan kecewa,,
Malas rasanya hendak bersemuka,
Kerana lidah yang terkadang celaka,
Dalam menutur butir bicara,

Setelah jauh kurenung,
Entah apa kesudahannya,
Entah di mana,
Akan kudamparkan diri ini,
Dibenci oleh kawan dan lawan,
Ke mana pergi dicemuh semata,
Bagai melukut di tepi gantang,
Masuk tak bertambah,
Keluar tak kurang,
Mungkin itulah yang mereka fikirkan,
Terhadap hamba yang kerdil ini,

Duhai sahabat duhai saudara,
Berhati-hatilah dalam berkata,
Kerana kata badan binasa,
Kerana pulut santan binasa,
Lidah lembut tidak bertulang,
Mudah sahaja untuk bertutur,
Tapi kena kau ambil kira,
Apa yang lahir di lidah itu,
Jangan sampai, kata terjadi dosa,
Sampai hatiku rasa terseksa,
Kerana kata yang mungkin kaukira, bergembira,
Dalam mempermain jiwa manusia,
Di dalam alam dunia yang fana,

Fikir-fikirkalah wahai sahabat,
Kita di dunia tidaklah lama,
Mungkin esok ataupun lusa,
Kita bakal balik ke sana,
Saat itu apabila tiba,
Barulah diri rasa berdosa,
Kerana terlalu banyak berkata,
Kata yang selalu mendatangkan dosa,

Wahai kawan-kawan semua,
Di saat itu tiada guna,
Harta dan juga saudara mara,
Jikalau ada amal dan taqwa,
Itulah hanya pembela jiwa.

syair mengenang nasib

SYAIR MENGENANG NASIB- Mohammad Azhar Rasli

Wahai semua umat manusia,
Usah kau ragu dan sambil lewa,
Kerana saat itu pastikan tiba,
Hanya masa yang berbeza,
Kita semua sudah mengerti,
Bahawa mati itu pasti,
Cuma apa yang bermain di hati,
Bagaimanalah keadaannya nanti,

Sudah memang fitrah dunia,
Kawan ketawa mudah dicari,
Kawam menangis seorang diri,
Manusia memang pandai berakata,
Terutamanya hal berkaitan harta,
Bukan kerana sesiapa jua,
Tetapi diri tamak haloba,

Jika hal berkaitan harta,
Sanggup mengaku saudara mara,
Tapi itulah perangai manusia,
Sudah habis madu dihisap,
Sepah dibuang merata-rata,
Waktu berharta bukan main baik,
Tangan dihulur berkali-kali,
Namun bila tiada apa,
Susah pula nak nampak muka,
Bukan kita hendak mengata,
Tapi itulah hakikat manusia,
Tika senang mengaku bersama,
Bila saat susah itu tiba,
Entah dirinya hilang ke mana,
Sekali lagi hendak kukata,
Bukan bertujuan untuk mencela,
Tapi hal ini terbukti nyata,
Malah terjadi di merata-rata.

senja petang itu..

SENJA ITU- Mohammad Azhar Rasli

Petang hari itu,
Berdiri aku di anjung surau,
Mendongak langit tinggi,
Melihat sinar mentari petang,
Berbalam-balam di telan awan malam,

Cahaya kekuningan,
Di pingggir langit,
Ufuk sebelah barat,
Sangat indah, terlalu indah,
Padaku, sebagai seorang anak seni,
Keindahan yang tak mampu,
Untuk kuungkap di bibir,

Petang hari itu,
Terasa amat permai,
Meniti keagungan kuasa Ilahi,
Pada, dada langit yang luas terbentang,
Dengan pelbagai bentuk sang awan,
Yang menghias layar alam,

Burung-burung,
Tebang seiringan,
Menikamati kesegaran,
Redup petang itu,
Senja hari ini,
Sudah hampir ke penghujungnya,
Mungkinkah ada lagi, peluang untukku,
Meniti cerah hari esok.

layar kehidupan

LAYAR KEHIDUPAN –Mohammad Azhar Rasli

Hidup ini
Kita ibaratkan sebagai sebuah bahtera,
Yang sedang belayar di tengah samudera,
Perlahan-lahan, dalam gerakan yang sementara,
Menuju ke negeri yang selama-lamanya,

Bahtera ini,
Kekadang belayar tenang,
Merentas laut yang terbentang,
Namun ada kalanya,
Ketenangan itu lenyap dan hilang,
Apabila datangnya gelora yang menjulang,
Apabila datangnya badai yang menghalang,

Maka bahtera ini kan bergoncang,
Memporak-perandakan isi dalamnya,
Maka gelisahlah segala penghuninya,
Lintang-pukang arah larinya,

Bila raja mula gelisah,
Maka terasul segala titah,
Apa yang diucap apa-apa entah,
Sehingga negeri musnah dan punah,

Bilaman raja terasa resah,
Semua rakyat jadi gelisah,
Makan tak kenyang, mandi tak basah,
Air di mata mula melimpah.

Badan Dakwah dan Rohani SMKA SIK 2008


Selamat datang dan tahniah saya ucapkan kepada mereka yang berjaya sampai ke laman ini. Bacalah cerita di bawah ini sebagai permulaan untuk mengenali diri ini...........selamat membaca

liberalisme

Pemahaman antara Liberal dan Komunis

Liberalisme dan komunisme adalah dua paham besar yang di dunia sekarang ini atau lebih tepatnya 20 tahun yang lalu saat masih gencarnya perang dingin. Masing-masing dari paham tersebut dianut oleh negara superpower yang paham pertama dianut oleh raksasa Amerika Serikat, dan yang kedua oleh Uni Sovyet (yang sekarang sudah runtuh). Antara dua paham tersebut memiliki ketertolakbelakangan yang sangat nyata. Untuk paham liberal, menekankan pada kebebasan individu. Jadi individu diberi kebebasan yang sebesar-besarnya untuk melakukan apa yang diinginkan. Tanpa ada campur tangan dari negara atau tuhan sekali pun. Sedangkan paham komunisme, menekankan pada penyamarataan derajat. Jadi semua individu dianggap sama oleh negara dan oleh karena itu, pendistribusian materi dan segala aspek dalam kehidupan diatur oleh negara. Negara berkuasa atas segalanya untuk rakyatnya. Hak-hak individu tidak diakui sama sekali oleh negara karena negara menganggap semua materi yang ada di kawasannya adalah milik negara. Idiologi komunis ini lahir dari paham sosialisme yang ada sebelumnya yang tokoh-tokoh pencetusnya antara lain Karl Marx dan Frederich engel. Sosialis berpandangan bahwa perekonomian yang menentukannya adalah kekuataan buruh atau kaum proletar. Jadi bukan para kapitalis atau pemilik modal seperti paham liberal. Sehingga para buruh bukanlah objek yang hanya dijadikan alat dan diperas tenaganya, tapi menjadi salah satu subjek yang dapat menentukan berjalannya roda perekonomian dan politik. Paham komunis intinya sama dengan sosialis, tapi dalam penerapannya yang berbeda. Untuk komunis menghendaki perubahan dari masyarakat kapitalis menjadi penyamarataan derajat harus dengan cara yang radikal revolusioner. Sehingga secara singkat dapat terbentuk masyarakat yang tidak lagi mengenal stratifikasi social. Semua sama rata dalam satu tingkat. Lalu untuk sosialis, paham ini tidak menghendaki perubahaan yang radikal. Tapi paham ini menginginkan perubahan yang secara damai misalnya dengan pemogokan buruh. Karena dengan mogok, pasti produksi dari suatu pabrik akan terhenti dan kerugian yang amat besar akan dialami oleh kapitalis atau pemilik modal. Pada masa perang dingin, kedua negara superpower berlomba untuk menyebarkan idiologinya. Perang ini disebut perang dingin atau cold war karena perang yang dilakukan tidak dilakukan secara terbuka atau perang fisik seperti perang dunia I dan II, tapi dilakukan dengan perlombaan menyebarkan idiologi ke negara lain dan menunjukan bahwa idiologi mereka masing-masing lebih baik dari pada yang lain. Idiologi liberal ini tersebar di negara-negara seperti Amerika Serikat, negara-negara eropa barat, dan untuk di asia adalah Jepang. Jepang ini merupakan negara kalah perang yang seharusnya tidak mendapatkan dana dari Marshal Plann atau dana bantuan dari amerika serikat untuk negara-negara sekutunya yang mengalami kerusakan, tapi hal ini dilakukan oleh Amerika Serikat untuk membendung paham komunis yang ada di negara tetangganya yaitu Republik Rakyat Cina (RRC) dan Korea Utara. Sedangkan untuk paham komunis, paham ini tersebar di negara-negara Eropa Timur, Uni Sovyet, RRC, Korea Utara, dan Vietnam Utara. RRC merupakan negara satelit bagi Uni sovyet yang paling besar, tapi akhirnya mereka sendiri berkonflik karena ada perbedaan penerapan paham komunis yang mendasar antara keduanya. Jika Uni Sovyet menekankan pahamnya pada komunis yang ditopang oleh kaum buruh (seperti asli pada paham sosialis). Karena sebagian besar rakyat Uni Sovyet adalah buruh akibat industrialisasi dan modernisasi yang dilakukannya sejak zaman Peter yang agung. Sedangkan RRC mendasarkan paham komunisnya pada kaum petani. Karena sebagian besar rakyatnya adalah petani yang masih banyak terdapat luas lahan pertanian di sana. Jadi Uni Sovyet menuduh bahwa RRC telah menyimpang dari paham komunis yang sebenarnya. Sekian pembahasan dari saya, untuk artikel saya selanjutnya akan kita bahas tentang perang dingin lebih jauh. ( Dimas P Muharam )

Negara komunis adalah istilah yang digunakan oleh ilmuwan politik untuk mendeskripsikan bentuk pemerintahan, di mana negara tersebut berada dibawah sistem satu partai dan mendeklarasikan kesetiaan kepada Marxisme-Leninisme, Maoisme. Negara komunis yang masih ada hingga kini adalah Republik Rakyat Tiongkok (sejak 1949), Kuba, Korea Utara, Laos dan Vietnam.

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_komunis

Komunisme adalah salah satu ideologi di dunia, selain kapitalisme dan ideologi lainnya. Komunisme lahir sebagai reaksi terhadap kapitalisme di abad ke-19, yang mana mereka itu mementingkan individu pemilik dan mengesampingkan buruh.

Istilah komunisme sering dicampuradukkan dengan Marxisme. Komunisme adalah ideologi yang digunakan partai komunis di seluruh dunia. Racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut "Marxisme-Leninisme".

Dalam komunisme perubahan sosial harus dimulai dari peran Partai Komunis. Logika secara ringkasnya, perubahan sosial dimulai dari buruh, namun pengorganisasian Buruh hanya dapat berhasil jika bernaung di bawah dominasi partai. Partai membutuhkan peran Politbiro sebagai think-tank. Dapat diringkas perubahan sosial hanya bisa berhasil jika dicetuskan oleh Politbiro. Inilah yang menyebabkan komunisme menjadi "tumpul" dan tidak lagi diminati.

Komunisme sebagai anti kapitalisme menggunakan sistem sosialisme sebagai alat kekuasaan, dimana kepemilikan modal atas individu sangat dibatasi. Prinsip semua adalah milik rakyat dan dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Komunisme sangat membatasi demokrasi pada rakyatnya, dan karenanya komunisme juga disebut anti liberalisme.

Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan prinsip agama adalah racun yang membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata.

Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi dan disebarluaskan ke negara lain. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunis adalah Tiongkok, Vietnam, Korea Utara, Kuba dan Laos.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama.[1]

Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. Liberalisme menghendaki adanya, pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

Dalam masyarakat modern, liberalisme akan dapat tumbuh dalam sistem demokrasi, hal ini dikarenakan keduanya sama-sama mendasarkan kebebasan mayoritas. Bandingkan Oxford Manifesto dari Liberal International: "Hak-hak dan kondisi ini hanya dapat diperoleh melalui demokrasi yang sejati. Demokrasi sejati tidak terpisahkan dari kebebasan politik dan didasarkan pada persetujuan yang dilakukan dengan sadar, bebas, dan yang diketahui benar (enlightened) dari kelompok mayoritas, yang diungkapkan melalui surat suara yang bebas dan rahasia, dengan menghargai kebebasan dan pandangan-pandangan kaum minoritas

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Liberalisme